LBH Ansor Gelar Rakernas

Abdullah, NU Online | Jumat, 28 September 2018 16:35
Jakarta, NU Online
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor Pusat menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Maxone, Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut diselenggarakan selama tiga hari, Jumat-Ahad (28-30/9).
Pada Rakernas ini direncanakan banyak agenda yang dibahas, seperti penguatan pengurus LBH Ansor di semua tingkatan, yakni dari LBH Ansor pusat hingga cabang atau kabupaten dan kota.
Ketua LBH  GP Ansor Pusat H Abdul Qodir mengatakan, Rakernas ini berupaya melakukan penguatan organisasi agar profesional dengan cara mensingkronkan visi dan misi yang ada.
Visi Ansor ialah menegakkan keadilan bagi kaum yang lemah dan dilemahkan, tanpa terkecuali, tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, jenis kelamin, dan golongan, dengan berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin dan nilai-nilai Kemanusian, ke-Indonesia-an, ke-NU-an dan ke-Ansor-an.
Menuru Qodir, untuk mewujudkan visi tersebut, pengurus LBH harus profesional sebagaimana tema yang diusung pada Rakernas, yaitu Mendorong Profesionalisme Lembaga dan Pekerja Bantaun Hukum Menuju LBH Ansor yang Profesional.
“Nah, untuk mewujudkan visi itu, kita semua harus profesional,” kata Qodir.
Sementara untuk mewujudkan profesionalisme, lanjutnya, diperlukan standar etika dan perilaku. Dia menginginkan sistem kerja yang baik dan terukur agar para pencari keadilan tidak kecewa dengan pelayanan hukumnya.
“Meskipun kita gratis, tapi ya kita harus memberikan pelayanan dengan baik,” jelasnya.
Ia pun mengungkapkan bahwa dalam upayanya menegakkan keadilan, LBH Ansor tidak meminta imbalan. “Kita tidak memungut imbalan hukum, kita cukup didoakan saja,” ucapnya.
Rakernas ini dihadiri Sekretaris Jenderal PP GP Ansor Adung Abdul Rahman, perwakilan Kemenkumham, perwakilan Peradi, perwakilan Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) dan diikuti oleh 23 LBH PW GP Ansor, dan 23 LBH PC Ansor. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Anda butuh bantuan hukum?