LBH Ansor dan SBMI Bersinergi Dalam Memberantas Human Trafficking

LBH Ansor dan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), pada hari Rabu, 15/04/2020, mendatangi Polres Cirebon untuk melakukan pendampingan hukum terhadap Sekretaris DPC SBMI Cirebon yang dilaporkan oleh calo/sponsor atas dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial

Kasus ini berawal dari advokasi yang dilakukan oleh SBMI terhadap dugaan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO/Human Trafficking) dengan korban pekerja migran Indonesia di Irak meninggal dunia. Berdasarkan informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Irak, jenazah pekerja migran indonesia, Tursina Askadir, dipulangkan ke tanah air pada 19 Februari 2020.

SBMI menuntut pertanggungjawaban dengan melaporkan calo/sponsor. Selain itu, SBMI juga melakukan kampanye publik lewat media sosial dengan tujuan untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat agar tidak mudah terkelabui oleh bujuk rayu oknum calo/agen yang tidak bertanggungjawab.  Pihak calo/sponsor kemudian justru melaporkan balik Sekretaris DPC SBMI Cirebon.

Virgiawan Listyanto, S.H., M.H. mewakili LBH Ansor Indramayu menyatakan, “Aktivis buruh migran dan juga aktivis Pembela HAM lainnya semestinya tidak dapat dikriminalisasi ketika melakukan pembelaan terhadap kepentingan umum.” Lebih lanjut dinyatakan oleh Virgiawan, “LBH Ansor Indramayu berkomitmen penuh untuk melakukan advokasi dan pembelaan hukum terhadap hak-hak pekerja migran, apalagi Indramayu memang salah satu daerah asal pekerja migran yang terbesar.”

Sementara itu, Hariyanto, Ketua DPN SBMI menegaskan, “Negara tidak boleh kalah dengan para pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang.”  Hariyanto juga mengharapkan sinergi SBMI dengan LBH Ansor dapat terus ditingkatkan untuk memberantas Tindak Pidana Perdagangan Orang.

× Anda butuh bantuan hukum?